Huh! POL PP!
By Haryanto, S.Pd
Aldi menaiki tapak-demi tapak anak tangga jembatan penyeberangan dengan lesu. Udara panas yang membakar dan perut yang keroncongan bernyanyi bercampur dengan aroma seribu satu manusia yang lalu lalang kebingungan dalam permainan dunia di kota pempek Palembang. Dua orang gadis abg yang berjalan di depannya mampir diotaknya dengan bau parpum impor yang menggoda dan pinggul yang bergoyang dalam balutan celana jeans ketat. “Astaghfirullah..” keluh Aldi. Momen-momen seperti inilah yang seringkali membuatnya berfikir mungkin akan lebih baik andai ia hanyalah sebongkah batu yang tidak melihat, tidak mencium, dan tidak merasa. Betapa tidak, kekiri ia melihat yang ada wanita setengah telanjang, kekanan juga ada, kedepan lebih lagi dan kebelakang ada ratusan wanita seperti berlari mengejar, menari-menari dan memaksanya untuk melihat atau sekedar mencium aroma menggoda dari tubuh yang hanya terbungkus seadanya. Tidak ingin terlibat lebih lama lagi dalam pemandangan yang menyesatkan itu, Aldi berusaha mendahului mereka. Tapi banyaknya orang yang naik dan turun bersamaan membuat ruas tangga yang besar ini terasa sempit.
Tinggal tiga tapak anak tangga lagi dan ia berharap dapat terbebas segera dari racun dunia ini. Tapi, “upps!” seorang bapak-bapak memaksa lewat kedalam barisan turun naik itu. Ibu muda ysng berjalan disebelah Aldi dengan sigap memeluk tas kecil yang terselempang dibahunya, “copett!!” teriaknya latah. Aldi mengexplor folder-folder dalam otaknya dengan cepat. Wajah itu tidak asing dalam ingatannya. Di jembatan ini!! Yah, dijembatan ini. Setiap kali ia lewat bapak itu sedang duduk menekuri satu kakinya yang buntung terbalut perban kumal. Berjejer disebelahnya ibu-ibu separoh baya dan beberapa ibu muda dengan anak kecil dipangkuannya. Dan disudut jembatan seorang pemuda buta menatap orang-orang lalu lalang didepannya dengan mata putihnya yang kosong mengharap uang recehan jatuh kedalam kaleng plastiknya.
Tidak salah lagi! Itu bapak pengemis yang biasa mangkal diatas jembatan ini. Tapi kenapa? Kenapa dengannya tadi? Aldi menoleh kebelakang dimana bapak pengemis itu sudah berhasil menuruni tangga penyeberangan. Kain sarung yang biasa dipakainya dijinjingnya tinggi hingga nampak seluar pokok nya yang berwarna putih sebatas lutut. Bapak itu berlari gagah tanpa alas kaki. “Luar biasa.” Guman Aldi. “Bapak itu tidak buntung lagi. Keajaiban apakah yang menyembuhkan kakinya?” Bapak pengemis itu berhenti didepan sebuah pusat perbelanjaan tidak jauh dari jembatan dimana Aldi berdiri. Terengah-engah bapak itu melongok keseberang jalan dan melambai-lambaikan tangannya dan meloncat-loncat sambil berteriak-teriak tak jelas. Aldi mengikuti arah pandangan bapak tersebut. Diseberang jalan nampak sekitar delapan atau sepuluh orang berseragam abu-abu meloncat turun dari mobil pick up putih bertuliskan Pol PP Kota Palembang.
“Huh! Pol PP!” guman Aldi seraya menyeka butir-butir keringat yang menggantung diujung janggutnya yang tumbuh tak rata. “Sunnah Nabi.” Kata guru agamanya dulu. Sejak itulah ia rajin mengoleskan minyak firdaus dan menggosok-gosokkan ke dagunya dengan harapan ia dapat memiliki janggut seperti guru nya. Aldi menyelesaikan tiga anak tangga yang tertunda oleh bapak pengemis tadi. Dua gadis abg tadi sudah tak nampak lagi didepannya bersama dengan aroma parfum Jessica Parker yang kini berganti dengan aroma pesing menyengat dari sisi-sisi jembatan yang berteralis kuning dan merah. Beberapa helai kertas koran berserakan diatas badan jembatan. Sepi dan lengang tanpa keberadaan para gepeng yang biasa menggoyangkan kaleng uang recehan kearah orang-orang yang lewat di atas jembatan. Sepasang muda-mudi menggenggam tangan mesra berjalan kearahnya. Aldi membuang muka tak peduli.
Aldi merogoh kantong celananya untuk melihat jam di hp nya. Pukul 13:08. Masih ada 3 jam lagi waktunya sebelum tepat pukul 16:00 dimana ia ada janji dengan dosen pembimbing skripsinya di rumahnya di jalan Kapten Cek Syeh.
Dibawah jembatan beberapa orang kernet bis dan angkot berteriak mencari penumpang. Aldi membelokkan langkahnya menuju ke Toko Buku Utama. 3 jam ini akan ia habiskan dari toko buku ke toko buku. Sebenarnya ia masih harus kekampus lagi untuk menyerahkan syarat-syarat ujian skripisi. Namun ongkos bis yang mahal memaksanya untuk tidak bolak-balik dari kampus ke rumah dosennya yang berada tidak jauh dari pasar kota.
***
Sambil berjalan sudut mata Aldi berputar mencari penjual asongan yang biasa berjejer rapi disepanjang jalan Jend.Sudirman. Rokok! Ia butuh rokok. Mulutnya terasa asam. Seingatnya ia masih punya recehan di saku tas besarnya. Pandangannya tertegun pada mobil pick up putih yang dilihatnya dari atas jembatan tadi. Diatas mobil itu sudah ada lima buah gerobak dagang asongan dan sekitar 7 orang ibu-ibu dan anak-anak usia 15 an menangis merayu-rayu pada empat anggota pol pp yang berdiri disamping mobil itu. Dari depan sebuah toko sepatu, muncul dua orang anggota Pol PP yang sedang asyik menyeret sorang pemuda tanggung yang meronta-ronta dengan kotak rokok yang terselempang dipinggangnya menuju kearah mobil pick up putih bertuliskan Pol PP Kota Palembang. “Huh! Pol PP!” guman Aldi. Siapa yang salah dan siapa yang benar. Mereka para pengasong butuh bekerja untuk makan. Sedang Pol PP bekerja menjalankan tugas menjaga ketertiban kota. Aldi menggeleng-geleng tak mengerti. Mulutnya komat-kamit. Ia mencoba berdialog dengan batinnya, bertanya jawab dengan trotoar dan tepi jalan yang menjadi lahan parkir mobil-mobil mewah, bertukar fikiran dengan gedung-gedung megah dan toko-toko besar milik para pendatang. Inikah yang dulu ditakutkan ratu balkis ketika dia berkata: "Sesungguhnya raja-raja apabila memasuki suatu negeri, niscaya mereka membinasakannya, dan menjadikan penduduk nya yang mulia jadi hina; dan demikian pulalah yang akan mereka perbuat (An-Naml: 34).
***
Aldi meraih sebuah koran lokal yang dipajang di rak depan toko buku utama. Dihalaman depan tampak gambar kerumunan berseragam Pol-PP yang berhadapan dengan puluhan massa yang mengacungkan tinju dan pentungan. Sebaris kalimat dibawah foto itu menerangkan peristiwa kerusuhan yang terjadi di daerah Jakarta antara Pol-PP dengan warga terkait kasus penyegelan lokasi perumahan kumuh yang akan dijadikan taman kota.
Setetes air bening jatuh menimpa kertas koran yang dipegangnya. Devide et impera kah ini? Kalau iya, siapakah kompeni itu? Perlahan ditekuknya koran itu dan segera membayarnya ke kasir. Dibenaknya dipenuhi pertanyaan-pertanyaan yang ditujukan entah kepada siapa. Apa yang bisa diperbuatnya atas keadaan ini?
***
The writer is FLP er 32 Ogan Ilir, Sumatera Selatan
Minggu, 05 April 2009
Diana Rose; When You tell me that you love me
When U tell ME that U LOVE Me
By. DIANA ROSE
I wanna call the stars down from the sky
I wanna live a day that never dies
I wanna change the world only for you
All the impossible I wanna do
I wanna hold you close under the rain
I wanna kiss your smile and feel the paint
I know what beautiful looking at you
In the world of lies, you are the truth
And babe,
Every time you touch me, I’ll become a hero
I’ll make you safe no matter where you are
And bring you everything you ask for
Nothing is about me,
I’m shining like a candle in the dark,
When you tell me that you love me
I wanna make you see just what I want
Show you the loneliness and what it does
You’re walking to my life to stop my tears
Everything is easy now, I have you here
*And babe,
Every time you touch me, I’ll become a hero
I’ll make you safe no matter where you are
And bring you everything you ask for
Nothing is about me,
I’m shining like a candle in the dark,
When you tell me that you love me
In the world without you, I’ll always hunger
All I need is your love to make me stronger
(instrument) back to *
ku persembahkan buat para pencinte.. atau para pelajar yang dapat tugas dari guru'e, silahkan kau copy dan paste, tapi jangan lali komentar'e, biar pacak kutambahke lagu laen.. he...he
By. DIANA ROSE
I wanna call the stars down from the sky
I wanna live a day that never dies
I wanna change the world only for you
All the impossible I wanna do
I wanna hold you close under the rain
I wanna kiss your smile and feel the paint
I know what beautiful looking at you
In the world of lies, you are the truth
And babe,
Every time you touch me, I’ll become a hero
I’ll make you safe no matter where you are
And bring you everything you ask for
Nothing is about me,
I’m shining like a candle in the dark,
When you tell me that you love me
I wanna make you see just what I want
Show you the loneliness and what it does
You’re walking to my life to stop my tears
Everything is easy now, I have you here
*And babe,
Every time you touch me, I’ll become a hero
I’ll make you safe no matter where you are
And bring you everything you ask for
Nothing is about me,
I’m shining like a candle in the dark,
When you tell me that you love me
In the world without you, I’ll always hunger
All I need is your love to make me stronger
(instrument) back to *
ku persembahkan buat para pencinte.. atau para pelajar yang dapat tugas dari guru'e, silahkan kau copy dan paste, tapi jangan lali komentar'e, biar pacak kutambahke lagu laen.. he...he
Jumat, 03 April 2009
Apakah Demokrasi Telah Gagal?
Pelajaran demokrasi yang telah diberikan bangsa ini kepada masyarakat boleh di bilang belum membuahkan hasil yang berarti. Padahal rentang perjalanan demokrasi Indonesia telah memakan waktu yang cukup lama. Semenjak kemerdekaan 17 agustus 1945, Undang Undang Dasar 1945 memberikan penggambaran bahwa Indonesia adalah negara demokrasi.Dalam mekanisme kepemimpinannya Presiden harus bertanggung jawab kepada MPR dimana MPR adalah sebuah badan yang dipilih dari Rakyat. Sehingga secara hirarki seharusnya rakyat adalah pemegang kepemimpinan negara melalui mekanisme perwakilan yang dipilih dalam pemilu. Indonesia sempat mengalami masa demokrasi singkat pada tahun 1956 ketika untuk pertama kalinya diselenggarakan pemilu bebas di indonesia, sampai kemudian Presiden Soekarno menyatakan demokrasi terpimpin sebagai pilihan sistem pemerintahan. Kemudian setelah mengalami masa Demokrasi Pancasila, yaitu sebuah demokrasi semu yang diciptakan untuk melanggengkan kekuasaan Soeharto, Republik Indonesia kembali masuk kedalam alam demokrasi pada tahun 1998 ketika pemerintahan Orde Baru versi Soeharto tumbang. Pemilu demokratis kedua bagi Indonesia terselenggara pada tahun 1999.
Saya katakan belum membuahkan hasil kerna berdasarkan pengamatan saya di lapangan, hanya 15 - 20 % saja masyarakat Indonesia yang dengan bijaksana mau menyikapi proses bedemokrasi di Indonesia, walaupun kemudian karena kebijaksanaan mereka itu pula, banyak diantara mereka yang lantas dihujat oleh keluarga, saudara kandung mereka karena tidak memberikan hak pilihnya kepada saudara atau keluarganya yang mereka anggap tidak lolos kualifikasi.
Sementara itu, pribadi demokrasi masyarakat mulai dari setiap pelosok pedesaan hingga ke perkotaan sudah mulai hancur. Hal ini di akibatkan persepsi yang terlahir antara lain dari tindak asusila para Wakil mereka di legislatif yang mengakibatkan hilangnya kepercayaan masyarakat kepada para Wakil Rakyat atau pun Calon Wakil Rakyat hingga di sementara tempat tersebar perilaku tidak terpuji masyarakat yang mengambil keuntungan atau mencoba mengambil keuntungan dari para Wakil/Calon Wakil Rakyat dengan menjual belikan suara/hak pilih mereka.
Kita pun tidak berhak menyalahkan masyarakat atas bad attitude ini kerna ini juga sebenarnya bukanlah inisiatif dari masyarakat itu sendiri. However, ini akibat ulah beberapa Wakil/Calon Wakil/Tim Sukses yang menghalalkan segala cara agar tercapai ambisinya.
Sungguh sangat disayangkan..
MEncoba memahami semua ini, saya kemudian lantas kepikiran, agaknya kita lebh baik kembali kepada sistim pemerintahan kerajaan atau memilih Sistem Khilafah ketimbang demokrasi parlementer yang notabene adalah produk YAHUDI.
By.Haryanto, S.Pd bin H.Hanan Kopi (Talang Balai Baru I)
About the author: Penulis adalah Mantan TKI, Mantan Ketua IRMA Al-Ishlah Talang Balai Baru I, Mantan Sekretaris BPD Talang Balai Baru, Mantan Aktivis Pemuda Karang Taruna Kec.Tg.Raja Kab.Ogan Ilir SUMSEL, Alumni Universitas PGRI Palembang, angkatan 2004. Sekarang berdomisili di Batam.
Pesan buat semua; DO what you can, with what you have, wherever you are.
Contact: 0812 775 09 234
email: harry_thethinker@yahoo.co.id atau toha.taruna@gmail.com
Saya katakan belum membuahkan hasil kerna berdasarkan pengamatan saya di lapangan, hanya 15 - 20 % saja masyarakat Indonesia yang dengan bijaksana mau menyikapi proses bedemokrasi di Indonesia, walaupun kemudian karena kebijaksanaan mereka itu pula, banyak diantara mereka yang lantas dihujat oleh keluarga, saudara kandung mereka karena tidak memberikan hak pilihnya kepada saudara atau keluarganya yang mereka anggap tidak lolos kualifikasi.
Sementara itu, pribadi demokrasi masyarakat mulai dari setiap pelosok pedesaan hingga ke perkotaan sudah mulai hancur. Hal ini di akibatkan persepsi yang terlahir antara lain dari tindak asusila para Wakil mereka di legislatif yang mengakibatkan hilangnya kepercayaan masyarakat kepada para Wakil Rakyat atau pun Calon Wakil Rakyat hingga di sementara tempat tersebar perilaku tidak terpuji masyarakat yang mengambil keuntungan atau mencoba mengambil keuntungan dari para Wakil/Calon Wakil Rakyat dengan menjual belikan suara/hak pilih mereka.
Kita pun tidak berhak menyalahkan masyarakat atas bad attitude ini kerna ini juga sebenarnya bukanlah inisiatif dari masyarakat itu sendiri. However, ini akibat ulah beberapa Wakil/Calon Wakil/Tim Sukses yang menghalalkan segala cara agar tercapai ambisinya.
Sungguh sangat disayangkan..
MEncoba memahami semua ini, saya kemudian lantas kepikiran, agaknya kita lebh baik kembali kepada sistim pemerintahan kerajaan atau memilih Sistem Khilafah ketimbang demokrasi parlementer yang notabene adalah produk YAHUDI.
By.Haryanto, S.Pd bin H.Hanan Kopi (Talang Balai Baru I)
About the author: Penulis adalah Mantan TKI, Mantan Ketua IRMA Al-Ishlah Talang Balai Baru I, Mantan Sekretaris BPD Talang Balai Baru, Mantan Aktivis Pemuda Karang Taruna Kec.Tg.Raja Kab.Ogan Ilir SUMSEL, Alumni Universitas PGRI Palembang, angkatan 2004. Sekarang berdomisili di Batam.
Pesan buat semua; DO what you can, with what you have, wherever you are.
Contact: 0812 775 09 234
email: harry_thethinker@yahoo.co.id atau toha.taruna@gmail.com
Minggu, 29 Maret 2009
Kiat atasi Demam Panggung
Demam Panggung*
Demam yang satu ini bukan berasal dari gigitan nyamuk aedes aegepti dan bukan juga akibat dari kelelahan bekerja. Demam Panggung, adalah rasa grogi berlebihan saat tampil di depan public yang mengakibatkan yang bersangkutan mengalami sejenis syndrome seperti wajah memerah, gemetaran, keluar keringat dingin, gagap, kehilangan kata-kata, dan menolak untuk tampil (sembunyi).
Demam panggung biasanya menyerang para pemula namun tidak menutup kemungkinan juga bisa dialami oleh para expertises.
Berikut ini beberapa tips untuk mengatasi “Demam Panggung”
(1) Penguasaan Materi;
Penguasaan materi itu sangat penting. Sebelum tampil, pastikan anda tahu betul apa yang akan anda sampaikan. Usahakan min 10 menit sebelumnya, bacalah materi yang akan di bawa dalam hati sehingga timbul suatu kesan yakin dalam hati bahwa kita bisa membawakan materi tersebut sesuai dengan kehendak kita.
(2) Performance;
Perhatikan baik-baik penampilan terutama dalam hal pakaian yang akan di kenakan.
(3) Relaksasi;
Lakukan latihan ringan sebelum maju ke pentas public. Perlahan-lahan angkatlah kedua tangan ke atas kepala atau kesamping, lalu lemaskan jemari seraya mengepal-ngepalkan kedua telapak tangan. Lalu, tariklah nafas tiga kali (hisap, tahan dan hembus) secara beraturan. Ulangi gerakan-gerakan itu secukupnya.
(4) Berdo’a
Setelah semua usaha itu, berdo’alah dalam hati dan pasrahkan semua hasilnya pada ALLAH S.W.T dan mintalah pertolongan padaNya.
Semoga penampilan anda kali ini, Sukses dan berkesan.
*By.Haryanto H.Hanan, S.Pd (Alumni FKIP Univ.PGRI Palembang >< Ank.2004 - 2008)
Demam yang satu ini bukan berasal dari gigitan nyamuk aedes aegepti dan bukan juga akibat dari kelelahan bekerja. Demam Panggung, adalah rasa grogi berlebihan saat tampil di depan public yang mengakibatkan yang bersangkutan mengalami sejenis syndrome seperti wajah memerah, gemetaran, keluar keringat dingin, gagap, kehilangan kata-kata, dan menolak untuk tampil (sembunyi).
Demam panggung biasanya menyerang para pemula namun tidak menutup kemungkinan juga bisa dialami oleh para expertises.
Berikut ini beberapa tips untuk mengatasi “Demam Panggung”
(1) Penguasaan Materi;
Penguasaan materi itu sangat penting. Sebelum tampil, pastikan anda tahu betul apa yang akan anda sampaikan. Usahakan min 10 menit sebelumnya, bacalah materi yang akan di bawa dalam hati sehingga timbul suatu kesan yakin dalam hati bahwa kita bisa membawakan materi tersebut sesuai dengan kehendak kita.
(2) Performance;
Perhatikan baik-baik penampilan terutama dalam hal pakaian yang akan di kenakan.
(3) Relaksasi;
Lakukan latihan ringan sebelum maju ke pentas public. Perlahan-lahan angkatlah kedua tangan ke atas kepala atau kesamping, lalu lemaskan jemari seraya mengepal-ngepalkan kedua telapak tangan. Lalu, tariklah nafas tiga kali (hisap, tahan dan hembus) secara beraturan. Ulangi gerakan-gerakan itu secukupnya.
(4) Berdo’a
Setelah semua usaha itu, berdo’alah dalam hati dan pasrahkan semua hasilnya pada ALLAH S.W.T dan mintalah pertolongan padaNya.
Semoga penampilan anda kali ini, Sukses dan berkesan.
*By.Haryanto H.Hanan, S.Pd (Alumni FKIP Univ.PGRI Palembang >< Ank.2004 - 2008)
Rabu, 25 Maret 2009
April Mop
Tahun ini, Dua Ribu Sembilan Masehi, April Mop di Indonesia akan terjadi setelah tanggal sepuluh. Dimana tepat tanggal 9 April 2009, pemilu legislative dilaksanakan diseluruh Indonesia. Dan di perkirakan momentum penghitungan suara dua atau tiga hari setelah tanggal itu akan mengakibatkankan kekagetan luar biasa di seluruh Indonesia.
Beberapa sumber di Koran local malah memprediksi, aka nada kenaikan pasien penghuni Rumah Sakit Jiwa (RSJ) pasca pemilu legislative kali ini.
Bahkan penulis memprediksi, akan ada peningkatan magnet kerusuhan antar kelompok social masyarakat.
Sungguh suatu hal yang sekiranya terjadi, adalah patut di sesalkan.
Persatuan, keutuhan, dan rasa kebersamaan bangsa ini begitu mudah terjejas oleh segelintir isu.
Ketika semua pihak merasa dirinya yang paling mampu memimpin pembangunan suatu negeri, kenapa mereka tidak mulai melakukannya sejak sekarang tanpa harus menunggu ketika kursi malas DPR menjadi sandaran hidup mereka?
Pertanyaan ini ditujukan buat semua calon wakil rakyat.
By.Haryanto Hanan, S.Pd
Tahun ini, Dua Ribu Sembilan Masehi, April Mop di Indonesia akan terjadi setelah tanggal sepuluh. Dimana tepat tanggal 9 April 2009, pemilu legislative dilaksanakan diseluruh Indonesia. Dan di perkirakan momentum penghitungan suara dua atau tiga hari setelah tanggal itu akan mengakibatkankan kekagetan luar biasa di seluruh Indonesia.
Beberapa sumber di Koran local malah memprediksi, aka nada kenaikan pasien penghuni Rumah Sakit Jiwa (RSJ) pasca pemilu legislative kali ini.
Bahkan penulis memprediksi, akan ada peningkatan magnet kerusuhan antar kelompok social masyarakat.
Sungguh suatu hal yang sekiranya terjadi, adalah patut di sesalkan.
Persatuan, keutuhan, dan rasa kebersamaan bangsa ini begitu mudah terjejas oleh segelintir isu.
Ketika semua pihak merasa dirinya yang paling mampu memimpin pembangunan suatu negeri, kenapa mereka tidak mulai melakukannya sejak sekarang tanpa harus menunggu ketika kursi malas DPR menjadi sandaran hidup mereka?
Pertanyaan ini ditujukan buat semua calon wakil rakyat.
By.Haryanto Hanan, S.Pd
Senin, 23 Maret 2009
Cara buat akaun di facebook
Facebook adalah sebuah situs web jaringan sosial yang diluncurkan pada 4 Februari 2004 dan didirikan oleh Mark Zuckerberg, seorang lulusan Harvard dan mantan murid Ardsley High School. Keanggotaannya pada awalnya dibatasi untuk siswa dari Harvard College. Dalam dua bulan selanjutnya, keanggotaannya diperluas ke sekolah lain di wilayah Boston (Boston College, Boston University, MIT, Tufts), Rochester, Stanford, NYU, Northwestern, dan semua sekolah yang termasuk dalam Ivy League. Banyak perguruan tinggi lain yang selanjutnya ditambahkan berturut-turut dalam kurun waktu satu tahun setelah peluncurannya. Akhirnya, orang-orang yang memiliki alamat surat-e suatu universitas (seperti .edu, .ac.uk, dll) dari seluruh dunia dapat juga bergabung dengan situs ini.
Selanjutnya dikembangkan pula jaringan untuk sekolah-sekolah tingkat atas dan beberapa perusahaan besar. Sejak 11 September 2006, orang dengan dengan alamat surat-e apa pun dapat mendaftar di Facebook.[2] Pengguna dapat memilih untuk bergabung dengan satu atau lebih jaringan yang tersedia, seperti berdasarkan sekolah tingkat atas, tempat kerja, atau wilayah geografis.
Hingga Juli 2007, situs ini memiliki jumlah pengguna terdaftar paling besar di antara situs-situs yang berfokus pada sekolah dengan lebih dari 34 juta anggota aktif yang dimilikinya dari seluruh dunia.[3] Dari September 2006 hingga September 2007, peringkatnya naik dari posisi ke-60 ke posisi ke-7 situs paling banyak dikunjungi,[4] dan merupakan situs nomor satu untuk foto di Amerika Serika, mengungguli situs publik lain seperti Flickr, dengan 8,5 juta foto dimuat setiap harinya.[5][6]
Cara-cara sign up ke facebook
Cara sign up face book:
Pada kolom web address, ketik: http://www.facebook.com/r.php
Atau BISA JUGA https://register.facebook.com/r.php
Lalu isi biodata (Full name, alamat email (contoh: harry_thethinker@yahoo.co.id), gender, birthday, lalu ketik password yang anda inginkan) lalu klik sign up.
Akan muncul halaman baru, yakni security check:
Ketik kata-kata abstrak dalam kotak ke dalam kolom, PERSIS seperti yang tertulis, kalau ada spasi, pisahkan dengan spasi.
Jika berhasil akan muncul: CONFIRM YOUR EMAIL ADDRESS.
Maka buka lah email anda kerna di email masuk sudah ada perintah confirm email address,
“Facebook Registration Confirmation”
Klik aja alamat email (teks berwarna biru) dalam pesan tersebut, maka secara otomatis akan masuk
Ke http://www.facebook.com/gettingstarted.php?
Ada jendela Welcome “Getting Started”, dan itu artinya anda udah punya akaun facebook. Well, Selamat bersenang2..
Best Regards,
Your Brader,
HARYANTO, S.Pd (Haryanto hanan al-falimbani)
Selanjutnya dikembangkan pula jaringan untuk sekolah-sekolah tingkat atas dan beberapa perusahaan besar. Sejak 11 September 2006, orang dengan dengan alamat surat-e apa pun dapat mendaftar di Facebook.[2] Pengguna dapat memilih untuk bergabung dengan satu atau lebih jaringan yang tersedia, seperti berdasarkan sekolah tingkat atas, tempat kerja, atau wilayah geografis.
Hingga Juli 2007, situs ini memiliki jumlah pengguna terdaftar paling besar di antara situs-situs yang berfokus pada sekolah dengan lebih dari 34 juta anggota aktif yang dimilikinya dari seluruh dunia.[3] Dari September 2006 hingga September 2007, peringkatnya naik dari posisi ke-60 ke posisi ke-7 situs paling banyak dikunjungi,[4] dan merupakan situs nomor satu untuk foto di Amerika Serika, mengungguli situs publik lain seperti Flickr, dengan 8,5 juta foto dimuat setiap harinya.[5][6]
Cara-cara sign up ke facebook
Cara sign up face book:
Pada kolom web address, ketik: http://www.facebook.com/r.php
Atau BISA JUGA https://register.facebook.com/r.php
Lalu isi biodata (Full name, alamat email (contoh: harry_thethinker@yahoo.co.id), gender, birthday, lalu ketik password yang anda inginkan) lalu klik sign up.
Akan muncul halaman baru, yakni security check:
Ketik kata-kata abstrak dalam kotak ke dalam kolom, PERSIS seperti yang tertulis, kalau ada spasi, pisahkan dengan spasi.
Jika berhasil akan muncul: CONFIRM YOUR EMAIL ADDRESS.
Maka buka lah email anda kerna di email masuk sudah ada perintah confirm email address,
“Facebook Registration Confirmation”
Klik aja alamat email (teks berwarna biru) dalam pesan tersebut, maka secara otomatis akan masuk
Ke http://www.facebook.com/gettingstarted.php?
Ada jendela Welcome “Getting Started”, dan itu artinya anda udah punya akaun facebook. Well, Selamat bersenang2..
Best Regards,
Your Brader,
HARYANTO, S.Pd (Haryanto hanan al-falimbani)
Senin, 02 Maret 2009
Karang Taruna
Karang Taruna, adalah suatu organisasi pemuda yang bercirikan gerakan pemuda kerakyatan. Karang Taruna Adalah satu-satunya organisasi pemuda yang membaur
di setiap pelosok desa dan kelurahan. Pertama kali di cetuskan pada masa pemerintahan orba. namun pada masa itu, Organisasi ini di beri nama yang bervariasi sesuai dengan kehendak anggota Karang Taruna di daerah itu. Contohnya: ada Karang Taruna Mawar, Karang Taruna Bujang Jelihin, Karang Taruna Tri Buyut Sakti, Karang Taruna Puyang Jenang, dll.Pada masa reformasi, beberapa daerah mulai menunjukkan geliat kebangkitan kembali "reinassance" dari organisasi Karang Taruna ini. Entah, apakah inspiratif lahir dari pemuda setempat atau sekedar kebutuhan struktural kepemerintahan daerah. Namun yang jelas, kebangkitan organisasi ini merupakan isyarat akan kemunculan tokoh-tokoh pemuda (baca:pemimpin) yang baru.
Sebagai contoh, saya ambilkan dari daerah Kabupaten Ogan Ilir, di wilayah
Adithya Karya Mahatva Yodha, sebagai slogan organisasi ini menuntut manifestasi yang nyata dan bermakna di tengah lingkungan kehidupan masyarakat. Tentunya untuk kerja besar ini, di perlukan dan di butuhkan taruna-taruna yang benar-benar "pure" tidak hanya berjiwa muda namun juga memiliki semangat untuk memajukan
(baca: memberdayakan) peran pemuda dalam setiap aspek pembangunan.Written by: Haryanto, S.Pd: Mantan Aktivis (Koordinator Desa) Karang Taruna Kecamatan Tanjung Raja, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan. (Sekarang berdomisili di Batam.)
Langganan:
Postingan (Atom)
